IKAN GABUS
Mungkin kamu ada niat untuk memulai
usaha budidaya ikan gabus, karena manfaat dalam kandungan ikan gabus untuk kesehatan sangat
banyak sekali. Tapi seharusnya kamu pun tahu bagaimana ilmu untuk memelihara
ikan gabus. Sebab ikan air tawar ini punya beberapa karakteristik. Seperti
bersifat predator atau memangsa ikan-ikan yang lebih kecil. Termasuk juga
serangga dan kodok tak luput disantapnya.
Nah, biar usaha ikan gabus yang mau kamu lakukan itu bisa berhasil
dan menghasilkan panen yang melimpah, berikut ini yang perlu kamu tahu dan
lakukan.
Kamu bisa
pilih tempat budidaya ikan gabus ini. Apakah di kolam terpal, tanah atau beton.
Kamu bisa buat sesuai kemampuan. Biar kamu bisa segera memulai usahamu ini dan
tidak terbebani dengan modal awal yang tinggi.
Pilih
Indukan Gabus Jantan dan Betina
Kamu harus pilih indukan ikan gabus
jantan dan betina yang berkualitas baik. Ada sejumlah ciri perbedaan ikan gabus
jantan dan betina yang bisa kamu lihat langsung. Kalau ikan gabus jantan,
bentuk kepalanya cenderung oval dengan warga tubuh lebih gelap, dan pada bagian
lubang genital berwarna merah
Sedang
untuk ikan gabus betina, warna tubuhnya biasanya lebih terang dengan kepala
yang berbentuk bulat. Untuk indukan gabus jantan yang ideal, pilihlah yang
memiliki berat minimal 1 kg.
Mulai
Proses Pemijahan pada Ikan Gabus
Kalau kamu
sudah temukan indukan gabus jantan dan betina, proses selanjutanya yang perlu
kamu lakukan adalah dengan melakukan pemijahan. Definisi pemijahan secara
singkat adalah proses pelepasan telur dan sperma pada ikan yang menghasilkan
pembuahan.
Jadi di
sini kamu akan masukkan 30 indukan jantan dan 30 betina ke dalam bak supaya proses
pemijahan ini terjadi. Untuk itu kamu perlu siapkan tempatnya supaya proses
pemijahan ini berlangsung sukses. Kamu bisa buat bak beton dengan ukuran 7 x 4
x 2 meter.
Biarkan
supaya bak beton ini kering lebih dulu sekitar 5 hari. Kemudian bak beton kamu
isi dengan volume air sampai 50 cm dengan membiarkan air mengalir ketika proses
pemijahan berlangsung. Lalu kamu juga bisa tutupi kolam dengan tanaman enceng
gondok supaya bisa membantu terjadinya eksitasi pemijahan.
Jika
proses pembuahan sukses dan ikan gabus betina pun mulai bertelur, kamu bisa
bawa dengan memakai sekupnet yang halus. Lalu biarkan telur menetas secara
alami.
Nah,
penting kamu tahu untuk rajin mengontrol kolam ikan tiap hari. Sebab indukan
betina bisa menghasilkan sampai 10 ribu-11 ribu butir telur.
Tetaskan
Telur Ikan Gabus di Akuariam
Supaya
kamu mudah untuk mengontrol kondisi telur, sebaiknya proses penetasan telur
diproses di akuarium. Untuk itu, kamu perlu akuarium ukuran 65 x 45 x 45 cm.
Kalau akuarium ini masih baru, sebaiknya tunggu dulu supaya kondisinya
benar-benar kering selama 2 hari.
Baru
setelah itu, kamu boleh isi dengan air dengan ketinggian 40 cm. Pasang juga
pemanas air supaya suhunya bisa mencapai 28 °C.
Untuk
proses penetasan telur ikan gabus ini, kamu bisa masukkan telur ikan ± 4-6
butir per cm² dan biarkan sampai menetas. Biasanya, telur ikan gabus ini perlu
waktu sekitar 24 jam untuk bisa menetas.
Setelah
larva ikan gabus ini menetas, kamu tak perlu terburu-buru memberinya makan.
Biarkan dulu selama dua hari. Sebab mereka ini masih memiliki cadangan makanan.
Merawat
Larva Ikan Gabus
Nah, larva
ikan gabus yang berumur dari 2 hari sampai kemudian 15 hari perlu kamu
letakkkan di akuarium dengan kepadatan 5 larva per 1 liter air. Untuk makanan
larva ikan gabus ini bisa kamu beri makan seperti nauplii Artemia, dengan jatah
makan 3 kali dalam sehari.
Lalu kalau
larva ikan gabus sudah menginjak usia 5 hari, boleh kamu beri makanan tambahan
seperti daphnia sebanyak 3x sehari.
Penting
juga kamu harus jaga kualitas air di akuarium. Supaya harapan hidup larva ikan
gabus ini semakin tinggi. Jika dirasa air akuarium sudah kotor, kamu bisa ganti
airnya separuhnya.
Siapkan
Kolam Ikan Gabus
Untuk
proses pembesaran ikan gabus ini, kamu perlu kolam khusus. Misalnya, kamu bisa
buat dari kolam dinding beton yang berlantai tanah. Kamu bisa buat kolam ikan
gabus dengan ukuran sekitar 2 sampai 5 meter.
Kalau kamu
baru buat, keringkan lebih dulu sekitar seminggu. Lalu pada bagian dasar kolam,
kamu perlu ratakan tanahnya. Tabur tanah yang berasal dari kotoran hewan
dengan tebal kira-kira 30 cm. Lalu taburkan juga pupuk kapur dolomid secara
merata ke permukaan kolam yang sudah dikasih kompos.
Tunggu selama 3 hari supaya pupuk
kapur larut dalam tanah. Fungsinya nanti sebagai penghasil pakan alami bagi
ikan gabus. Karena dengan medium ini, makhluk seperti plankton, kutu air dan lumut gampang hidup. Jadi nantinya
bisa menjadi sumber makanan bagi ikan.
Jika kolam
air sudah siap, kamu bisa isi dengan air kira-kira tingginya 50 cm – 100 cm.
Lalu biarkan air selama 1 minggu tidak dialirkan.
Sebar
Benih Ikan Gabus
Kalau
kolam ikan sudah siap digunakan, kamu bisa masukkan benih ikan gabus yang
umurnya 2 minggu. Perlu diingat, kalau seminggu sebelum benih ikan gabus ini
dimasukkan, kamu perlu biarkan agar air kolam tidak dialirkan selama seminggu.
Lalu kamu
bisa pilih waktu penebaran benih ikan gabus pada pagi hari. Setelah itu,
biarkan dulu bibit ikan gabus ini tidak diberi makan selama sekitar 2 hari.
Baru setelah dua hari di kolam, kamu boleh berikan makanan berupa 2 kg tepung
pellet.
Perhatikan
Pemberian Pakan
Selain
diberi pakan pelet, kamu bisa juga berikan makanan tambahan seperti anakan
rayap, ikan teri, dan sisa daging ampas dapur. Idealnya makanan ikan gabus ini
mengandung lemak 15 persen, protein 15 persen dan karbohidrat 10 persen.
Bisa
Dipanen Bertahap
Ikan gabus
tergolong ikan yang punya daya tahan tinggi. Karena itu, kamu bisa memanennya
secara bertahap, tidak harus langsung. Jadi, dengan begitu, kamu juga bisa
lebih fleksibel. Karena bisa panen sesuai dengan permintaan pasar yang
tersedia.
Jangan
Telat Beri makan
Kamu perlu
disiplin dalam memberi makan ikan gabus. Sebab ikan ini bersifat kanibal. Kalau
telat, ikan ini akan memangsa rekannya sendiri.
Sortir
Ikan
Tiap 1
bulan, kamu perlu sortir ikan dan dikelompokkan sesuai ukurannya. Ini sangat
penting supaya ikan gabus yang dihasilkan bisa berkualitas prima.
Nah,
itulah yang perlu kamu lakukan biar usaha ikan gabus yang ingin kamu lakukan
bisa berlimpah hasilnya. Tentu, selain dengan memperhatikan aspek teknis, kamu
juga perlu berdoa pada Yang Maha Kuasa supaya usaha ikan gabus yang kamu
lakukan ini bisa berjalan lancar dan hasilnya pun penuh keberkahan.
Tiap 1
bulan, kamu perlu sortir ikan dan dikelompokkan sesuai ukurannya. Ini sangat
penting supaya ikan gabus yang dihasilkan bisa berkualitas prima.
Nah,
itulah yang perlu kamu lakukan biar usaha ikan gabus yang ingin kamu lakukan
bisa berlimpah hasilnya. Tentu, selain dengan memperhatikan aspek teknis, kamu
juga perlu berdoa pada Yang Maha Kuasa supaya usaha ikan gabus yang kamu
lakukan ini bisa berjalan lancar dan hasilnya pun penuh keberkahan.